Perihal Hati dan Bathin

Friday, October 21, 2005

MUQADDIMAH PERIHAL HATI DAN BATHIN

Hati adalah suatu hal yang harus di jaga dengan baik-baik. Janganlah kita perbuat dengan hati itu dengan perbuatan yang kotor. Memang kita tidak bisa menghilangkan perbuatan yang dapat mengotorkan hati kita, tapi bukankah kita dapat mencegahnya dengan Agama.
Karena dengan agama itulah, setiap apa-apa yang dapat merusak hati kita, dapat di cegah dan di bendung dengan mudah. Maka dari itu......Jagalah hati kita dari pada perbuatan-perbuatan yang kotor dan tercela.
Nabi Muhammad saw. bersabda : " .............Didalam tubuh itu ada segumpal darah. Maka apabila segumpal darah itu baik, maka baiklah semuanya. Dan apabila segumpal darah itu kotor atau rusak, maka rusaklah semuanya. Ingatlah / ketahuilah bahwasanya segumpal darah itu ialah hati. " ( HR.Muslim )
Naah, dari hadits ini kita bisa mengambil pelajaran, untuk menjaga hati kita dari pada hal-hal yang dapat merusak hati itu sendiri. Bukankah kita tidak mau mengalami kesakitan yang sangat menganggu kehidupan kita. Seperti misalnya, penyakit kanker hati dll sebagainya.
Begitu pula dengan bathin kita. Bathin ini lebih harus di jaga dengan ketat melebihi kita menjaga hati ! Karena apabila bathin ini ternoda atau kotor, maka akan muncullah penyakit-penyakit bathin. Seperti penyakit hasud, dengki, takabbur, sum'ah, riya`, namimah ( adu domba ) dll sebagainya yang dimana penyakit-penyakit ini dapat mengesatkan hati.
Terlebih lagi apalagi kita tidak menuntut 'ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan akan agama. Maka hati itu akan kotor sebagaimana lumpur di kandang babi !
Beberapa atsar ( para shahabat ) berkata : " Apabila seseorang tidka makan dalam 3 hari, maka akan lemaslah tubuhnya bahkan mungkin akan mengalami kematian. Maka seperti itulah bathin kita, apabila sudah tidak mau menuntut atau menerima 'ilmu, maka matilah bathin itu. "
Dan juga Nabi Muhammad saw. bersabda, " Apabila seseorang berhenti untuk menuntut 'ilmu, maka bacakanlah padanya takbir ( Allaahu Akbar ) sebanyak 4 kali. " ( HR. Muslim dan At-Tirmidzi ). Takbir yang di maqsud disini adalah mati. Karena orang yang meninggal, pada shalat jenazah di takbirkan 4 kali.
Mungkin disini aja mugaddimah dari ane, nanti Insya ALLAH, ane memberikan petuah-petuah dari pada 'ulama` salaf kita. Aaamiin.
Di blog ini juga terdapat karangan-karangan atau sya'ir² dan madah² dari pada 'ulama`² salaf.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home